BAB 11
BAHAN
MAGNETIK
11.1.
Pendahuluan
Kuliah
ini membahas tentang parameter magnetic,
laminasi baja kelistrikan, bahan magnetic lunak dan bahan magnetic peramanent.
Bahan magnetic ini dibedakan atas
1. Bahan
diamagnetik
2. Bahan paramagnetik
3. Bahan
ferromagnetik
4. Bahan
anti ferromagnetik
5. Bahan ferrimagnetik
Laminasi baja
kelistrikan dimanfaatkan sebagai bahan dasar transformator setelah ditambahkan
silicon. Demikian pula komponen switching pada komputerjuga menggunakan
laminasi baja kelistrikan.
11.2.
Penyajian
Bahan magnetik digolongkan menjadi
magnet lunak dan magnet permanent.
-
Bahan magnetik lunak yaitu bahan yang
domain magnetnya mudah diatur atau mudah dimagnetkan, akan tetapi jika medan
magnet dihilangkan maka orientasi domin-domain magnetnya akan kembali acak
sehinggaa sifat magnetnya hilang.
-
Bahan magnetik permanent yaitu bahan
yang domain magnetnya sukar diatur, akan tetapi bila medan magnet dihilangkan
maka orientasi domain-domain magnetnya akan tetap searah seperti medan magnet sehingga
sifat kemagnetannya tetap ada.
Apliakasi
bahan magnetik ini sangat berkembang termasuk dalam bidang komputer. Aplikasi
antara lain memori gelembung magnetik (memori berkerapatan dan berkeandalan
tinggi), perekaman magnetik optik dan perekaman magnetiktegak lurus.

Pada lilitan yang dialiri arus tersimpan energi
dalam beentuk medan magnet. Bahan yang dapat dijadiknan magnet adalah bahan
logam.
11.2.1.
Parameter-parameter magnetik
Dalam
kemagnetikan sering digunakan para meter
fluks magnet (ɸ), kuat medan magnet (B),
induksi kemagnetan (H) dan permeabilitas (µ).
Fluks merupakan jumlah garis gaya, kuat medan adalah jumlah garis gaya
persatuan luas. Pada lilitan berarus dikenal parameter magnetomotive force F
dengan satuan Ampere lilit.magnetising forrcee (H) dengan satuan A lilit/m.
Fluks (B) dengan wb/m2 atau tesla dengankuat medan H dinyatakan
dengan:
B =
µ H
Dengan : µ = permeabilitas magnetik yang besarnya
tergatung pada medium yang ditempati medan
Nilai yang diekspresikan µr-1 disebut
magnetisasiperunit dari intensitas medan yang disebut suseptibilitas
magnetisasi.
Arus I dialirkan melaluikumparan dengan inti
bertambah secara bertahap dimulai darnol maka medan magnet dan induksi
kemagnetan (H) juga bertambah.

Pertambahan keduanya
adalah seepanjang garis OP. Kurva op mulainaik dengan tajam, kemudian seetelah
mencapai tahap tertentu kurvanya menjadi mendatar. B jenuh (saturasi). Arus I
diturunkan secara bertahap hingga hingga arus nol (kurva PQ). Terdapat sisa
kemagnetan Br. Arah arus dibalik. Besar H bertambah dan B berkurang sedikit demi sedikit hingga B
= 0 di titik R. Diperoleh daya koersip. Arus dinaikkan hingga titik S. Kemudian
arus dinaikkan secara bertahap hinggaa nol pada titik C. Arus dibalik. B
berkurang hiingga nol dan H bertambah sesuai pertambahan I demikian juga B
diperoleh titik P. Kurva yang ditunjukan pada gambar dibawah disebut kurva
histerisis bahan. Luas jarak sebanding dengan volume bahan magnetik yang dimagnetisasi. Jika inti
diberi arus bolak-balik maka akan menimbulkan arus eddy disebut arus pusar
(arus facoult).
Berdasarkan permeabilitas maka bahan magnet
dibedakan atas:
1. Diamagnetik:
bahan yang sulit menyalurkan garis gaya magnet (ggm), permeabilitas sedikit
lebih kecil dari 1 dan tidak mempunyai dwi
kutub yang permanen. Contoh Bi, Cu, Audan dan sebagainya.
2. Paramagnetik: bahan yang mudah menyalurkan garis gaya
magnet (ggm), tetapimempunyai dwi kutub yang tidak beraturan. Cintih Al, Pb, Ag, dan sebagainya.
3. Ferrromagnetik:
bahan yang mudah menyalurkan garris gaya magnet (ggm), permeabilitas jauh lebih
besar dari 1 dan tidak meempunyai kutub
yang permanen. Resistivitas bahan ferromagnetik rendah, pemakaian ferrro
terbatas padafrekuensi rendah. Bahan dibedakan atas:
a. Bahan
magnetik lunak. Digunakan pada inti
trafo, inti generator, relay dan sebagainya.
b. Bahan
yang sulit menjadi magnet tetapi setelah menjadi magnet, sulit melepaskan
kemagnetannya. Digunakan pada pabrikasi
magnet permanen.
4. Ainti
ferromagntik: bahan yang memiliki suspebilitas yang kecil pada segala
suhu tetapi perubahan
suspetabilitas karena suhu addalah keadaan yang sangat khusus. Mempunyai ddwwi
kutub sejajar tetapi berlawanan arah.
5. Ferrimagnttik:
memiliki resistivitasi lebih besar dari
bahan ferromagnetik. Bahan ini digunakan padda peralatan berfrekuensi ttinggi.
Contoh CuO, MgO, MnO dan sebagainya.
11.2.2.
laminasi baja kelistrikan
Mengubah
bahan magnetik lunak menjadi baja
kelistrikan dengan menambah silicon. Dengan demikian resistivitas bahan
bertambah dan mengurangi rugi histerisis dan arus pusar. Laminasi untuk trafo
umumya mengandung Si 4%. Untuk jangkar motor listrik kandungan Si 1-2%.
Ketebalan laminasi baja untuk inti trafo
adalah 0,1 - 1mm. Baja lisrik jenis lain adalah baja listrik dengan proses
dingin. Kemempuannya sangat tinggi terutama jika fluksi magnetiknya searah
dengan panjang laminasi. Bajalisttrik jenis ini digunakan pada trafo radio,
trafo arus dan sebagainya. Bahan yang memiliki kurva histeris persegi digunakan
pada komputer sebagai perangkat memori atau
komponen operasi logic, sebagai alat switchiing.
a. Bahan
magnetik lunak
Bahan yang banyak digunakan adalah
paduan besi-nikel. Pada komposisi
nikel20% paduan menjadi non magnetis dan
peermeabilitas maksimum dicapai pada komposisi 21,5%. Paduan ini dengan
tambahan molybdenm, chromium atau tembaga diseebut permalloy. Alsifer
(komposisi 9,5 % Si, 5,6% Al dan sisanya besi) mudah diajdikan bubuk untuk
dibuat bahan dielektrik magnet
permeabilitas absolute 10.000 hingga 35.000, daya koersip 1,59 A.
b. Bahan
magnetik permanent
Baja karbon, komposisi karbon 0,4
hingga 1,7% merupakan bahan dasar pembuatan magnett permanent. Magnet
peermanent digunakan sebaggai magnet pengeras
suara, perangkat penggandeng magnetik.
11.3.
Penutup
·
Parameter kemagnetan terrdiri atas fluks
magnet (ɸ), kuat medan magnet (B),induksi kemagnetan (H) dan permeabilitas (µ)
·
Berdasarkann permeabilitass maka bahan
magnet dibedakan atas diamagnetik, paramagnetik, antiferromagnetik dan
ferrimagnetik.
·
Mengubaha bahan magnnetik lunak menjadi
baja kelistrikan adalah dengan menambah silicon. Bahan yang banyak digunakan
sebagai bahan magnett lunak adlah paduan besi-nikel. Laminasi untuk
trafoumumnya mengandung Si 4%. Untuk jangkar motorr listrik kanndungan Si 1-2%.
·
Magnet
permanent digunakan sebagai magnet pengeras suara, perangkatt
penggandeng magnetik.